Profil Sekolah
Karya Mulia didirikan pada tahun 1970 atas dasar rasa empati dan kepedulian sosial yang tinggi. Sosok di balik berdirinya yayasan ini adalah dua pasangan suami istri Bapak/Ibu Haryono. Awalnya, mereka bergerak dengan fasilitas yang sangat terbatas untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak tunarungu di Surabaya agar mereka bisa mandiri dan berkomunikasi.
Semangat pendiri kemudian diteruskan oleh putri mereka, Ibu Dr. Etty Melany. Di bawah kepemimpinannya, Karya Mulia mengalami perkembangan pesat. Beliau tidak hanya menjaga warisan orang tuanya, tetapi juga melakukan modernisasi metode pengajaran dan manajemen sekolah, menjadikannya salah satu sekolah luar biasa (SLB) rujukan di Jawa Timur.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Karya Mulia aktif menjalin kemitraan dengan pihak luar negeri. Salah satu kerja sama yang paling signifikan adalah dengan Pihak Australia (khususnya melalui bantuan tenaga ahli dan metode pengajaran). Kemitraan ini membawa dampak besar, seperti: Penerapan metode PKPBI (Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama). Pelatihan guru-guru agar memiliki standar internasional dalam menangani anak tunarungu. Penyediaan alat bantu dengar yang lebih mumpuni.
Setelah puluhan tahun dikelola secara swasta oleh yayasan keluarga, muncul kesadaran akan pentingnya keberlanjutan (sustainability) jangka panjang dan jangkauan layanan yang lebih luas.
Akhirnya, aset dan pengelolaan sekolah ini diserahkan kepada pemerintah. Peresmian dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa pada Januari 2026. Proses penegerian ini bertujuan agar fasilitas, anggaran, dan kesejahteraan tenaga pendidik dapat dijamin sepenuhnya oleh negara. Kini, lembaga ini dikenal sebagai SLB-B Negeri Karya Mulia, yang tetap konsisten menjadi pusat pendidikan unggulan bagi anak-anak tunarungu di Surabaya.
Terwujudnya generasi yang berilmu, berakhlak mulia dan mandiri.
Managed By ABK Istimewa
@2022 - 2026